Sabtu, 02 Mei 2009

Kreativitas Siswa SDM 21

Banyak Kreasi siswa yang ingn ditampilkan dalam blog SDM 21 ini.

tunggu. We cooming soon

Sabtu, 25 April 2009

Artikel

Islam Dan Pendidikan Anak

Sabda Rasul SAW: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya nasrani, yahudi atau majusi.
(HR. Bukhari).

Anak adalah karunia Allah yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Ia menjadi tempat curahan kasih sayang orang tua. Namun sejalan dengan bertambahnya usia sang anak, muncul "agenda persoalan" baru yang tiada kunjung habisnya. Ketika beranjak dewasa anak dapat menampakkan wajah manis dan santun, penuh berbakti kepada orang tua, berprestasi di sekolah, bergaul dengan baik dengan lingkungan masyarakatnya, tapi di lain pihak dapat pula sebaliknya. Perilakunya semakin tidak terkendali, bentuk kenakalan berubah menjadi
kejahatan, dan orangtua pun selalu cemas memikirkanya.

Dr. Abdullah Nashih ‘ulwan, dalam bukunya „Tarbiyatul Aulad" menegaskan, hanya ada satu cara agar anak menjadi permata hati dambaan setiap orangtua, yaitu melalui pendidikan yang bersumber dari nilai-nilai Islam.

Islam telah memberikan dasar-dasar konsep pendidikan dan pembinaan anak, bahkan sejak masih dalam kandungan . Jika anak sejak dini telah mendapatkan pendidikan Islam, Insya allah ia akan tumbuh menjadi insan yang mencintai Allah dan Rasul-nya serta berbakti kepada orengtuanya.

Upaya dalam mendidik anak dalam naungan Islam sering mengalami kendala. Perlu disadari disini, betapa pun beratnya kendala ini, hendaknya orangtua bersabar dan menjadikan kendala-kendala tersebut sebagai tantangan dan ujian.

Dalam mendidik anak setidaknya ada dua macam tantangan, yang satu bersifat internal dan yang satu lagi bersifat eksternal. Kedua tantangan ini sangat mempengaruhi perkembangan anak.

Sumber tantangan internal yang utama adalah orangtua itu sendiri. Ketidakcakapan orangtua dalam mendidik anak atau ketidak harmonisan rumah tangga. Sunatullah telah menggariskan, bahwa pengembangan kepribadian anak haruslah berimbang antara fikriyah (pikiran), ruhiyah (ruh), dan jasadiyahnya (jasad).

Tantangan eksternal pun juga sangat berpengaruh dan lebih luas lagi cakupannya. Tantangan pertama bersumber dari lingkungan rumah. Informasi yang yang didapat melalui interaksi dengan teman bermain dan kawan sebayanya sedikit banyak akan terekam. Lingkungan yang tidak islami dapat melunturkan nilai-nilai islami yang telah ditanamkan di rumah.

Yang berikutnya adalah lingkungan sekolah. Bagaimanapun juga guru-guru sekolah tidak mampu mengawasi anak didiknya setiap saat. Interaksi anak dengan teman-teman sekolahnya apabila tidak dipantau dari rumah bisa berdampak negatif. Sehingga memilihkan sekolah yang tepat untuk anak sangatlah penting demi terjaganya akhlak sang anak. Anak-anak Muslim yang disekolahkan di tempat yang tidak islami akan mudah tercemar oleh pola fikir dan akhlak yang tidak islami sesuai dengan pola pendidikannya, apalagi mereka yang disekolahkan di sekolah nasrani sedikit demi sedikit akhlak dan aqidah anak-anak Muslim akan terkikis dan
goyah. Sehingga terbentuklah pribadi-pribadi yang tidak menganal islam secara utuh.

Disamping itu peranan media massa sangat pula berpengaruh. Informasi yang disebarluaskan media massa baik cetak maupun elektronik memiliki daya tarik yang sangat kuat. Jika orang tua tidak mengarahkan dan mengawasi dengan baik, maka si anak akan menyerap semua informasi yang ia dapat, tidak hanya yang baik bahkan yang merusak akhlak.

Meskipun banyak faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan seorang anak, orang tua tetap memegang peranan yang amat dominan, sebagaiman sabda Rasul SAW:

„Setiap anak dilahirkan dalm keadaan fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya nasrani, yahudi atau majusi." (Hr.Bukhari).

Dalam mendidik anak orang tua hendaknya berperan sesuai dengan fungsinya. Masing-masing saling mendukung dan membantu. Bila salah satu fungsi rusak, anak akan kehilangan identitas. Pembagian tugas dalam Islam sudah jelas, peran ayah tidak diabaikan, tapi peran ibu menjadi hal sangat penting dan menentukan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para orangtua Muslim dalam mendidik anak:

  • Orang tua perlu memahami apa yang dimaksud dengan pendidikan anak dan tujuannya.
  • Banyak menggali informasi tentang pendidikan anak.
  • Memahami kiat mendidik anak secara praktis. Dengan demikian setiap gejala dalam tahap-tahap pertumbuhan anak dapat ditanggapi dengan cepat.
  • Sebelum mentransfer ilai, kedua orang tua harus melaksanakan lebih dulu dalam kehidupan sehari-hari. Karena di usia kecil, anak-anak cerdas cenderung meniru dan merekam segala perbuatan orang terdekat.
  • Bersegera mengajarkan dan memotivasi anak untuk menghafal Al-Quran. Kegunaannya di samping sejak dini mengenalkan Yang Maha Kuasa pada anak, juga untuk mendasari jiwa dan akalnya sebelum mengenal pengetahuan yang lain.
  • Menjaga lingkungan si anak, harus menciptakan lingkungan yang sesuai dengan ajaran yang diberikan pada anak.
Memang usaha mendidik anak tidaklah semudah membalik tangan. Perlu kesabaran dan kreativitas yang tinggi dari pihak orang tua. Simaklah perkataan Sayyid Qutb, yang mempunyai ayah sebagai panutannya: "Semasa kecilku, ayah tanamkan ketaqwaan kepada Allah dan rasa takut akan hari akhirat. Engkau tak pernah memarahiku, namun kehidupan sehari-harimu telah menjadi teladanku, bagaimana prilaku orang yang ingat akan hari akhir.

Senin, 16 Februari 2009

Info seputar SDM 21

BERITA-BERITA SD MUHAMMADIYAH 21

01. UASBN tanggal 11 - 13 Mei 2009
02. Libur kelas 1 - 5 (11 - 18 Mei 2009)
03.UAS Kelas VI tanggal 14-18 Mei 2009
(Dari Dikdasmen)
04. Refresing ke kenjeran kelas VI (9 Mei 2009)
05. Akhirus sanah kelas VI ke Yogyakarta
(29 - 30 Mei 2009)
06. Penerimaan Siswa Baru Gelombang 2
(April - 22 Mei 2009)
07. Tes pemetaan siswa baru gelombang 2
tanggal 23 Mei 2009
08. Masuk seperti biasa untuk kelas 1-5 pada hari selasa, 19 Mei 2009

Selasa, 18 November 2008

Profil Sekolah

Kondisi Sosial Budaya Masyarakat
Bila dilihat dari lingkungan sekitar dimana SD Muhammadiyah 21 berada kondisi sosial budaya masyarakat sangat beragam. Disatu sisi peran serta masyarakat dalam rangka peningkatan mutu sekolah sangat baik. Hal ini terbukti dengan adanya dukungan material dan moril bagi sekolah. Contoh adanya komite sekolah yang berjalan dengan baik sehingga bila sekolah mengadakan kegiatan yang membutuhkan bantuan maka akan banyak dukungan dari masyarakat sekitar khususnya para wali murid.Sedangkan disisi lain masih ada sebagian masyarakat yang apatis dan acuh tak acuh dengan program sekolah sehingga untuk urusan pendidikan mereka mencari yang murah bahkan tidak sekolahpun bukanlah hal yang penting

Kondisi Sosial Ekonomi
Ditinjau dari lingkungan dimana SD Muhammadiyah 21 berdiri kondisi sosial masyarakat sekitar sangat majemuk dan heterogen bahkan sangat tinggi tingkat kesenjangannya. Hal ini terbukti dengan beragamnya mata pencaharian masyarakat sekitar misalnya disini banyak pejabat dipemerintahan,hingga anggota Dewan dan para juragan besi tua serta para PNS dan ABRI namun tidak sedikit masyarakat sekitar yang menjadi pengangguran,pemulung bahkan tukang becak yang merupakan penduduk musiman.
Letak yang Strategis
Letak geografis SD Muhammadiyah 21 berada dikawasan Surabaya berdekatan dengan Komplek Armada Laut RI Ujung Surabaya sekaligus tidak jauh dari kawasan Tanjung perak Surabaya.Dapat dikatakan bahwa kawasan Surabaya Utara merupakan letak yang strategis untuk lalu lintas perdagangan antar Kota, antar Pulau bahkan antar Negara dengan demikian anak – anak yang berdomisili diwilayah ini sangat diuntungkan dengan letak geografis ini dan terbuka lebar bagi lowongan pekerjaan.

VISI
Unggul dalam kecakapan Hidup, penguasaan IPTEK yang didasari IMTAQ


MISI
1. Melaksanakan secara intensif program partisipasi orang tua dan masyarakat
2. Menerapkan disiplin beribadah bagi semua warga sekolah
3. Menciptakan suasana islami serta membangun prilaku santun dan sikap hidup yang agamis.

TUJUAN SEKOLAH
1. Terciptanya kemampuan dan meningkatkan potensi siswa dalam 3 aspek pengembangan yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dalam suasana menyenangkan yang berbasis kompetensi dan memaknai Life skill sebagai kecakapan untuk mencapai kesuksesan hidup.
1. Terciptanya kerjasama yang harmonis antara sekolah dengan Stake Holder.
2. Meningkatkan nilai iman dalam rangka untuk mewujudkan tugas manusia dimuka bumi selain sebagai kalifah Allah juga sebagai hamba Allah yang wajib menyembah padaNya.
Terciptanya pribadi santun dan sikap hidup islami dalam suasana agamis disekolah.

Rabu, 05 November 2008

Daftar Guru dan Karyawan



KOLEKTIF KOLEGIAL MANAJEMEN SD MUHAMMADIYAH 21
Kepala Sekolah : Amang Muazam, S.Ag
Wakasek dan koordinator TPA : M. Khoirul Anam, S.Th.I,M.PdI
Koordinator KBM kelas 1 - 3 :Hj. Dra. Titin Indriasti
Koordinator KBM kelas 4 - 6 :Lina, S.Pd
Koordinator Perpustakaan : Tusi Indriasti,S.Pd.I
Koordinator Ekstra : Priyo Sasongko, S.Pd
Koordinator Infak : Mifthachul Chasana, S.ThI
Koordinator Kesiswaan : Murniasih, S.Pd
Koordinator ISMUBA : I`is Sa`diyah, S.PdI
Koordinator Multimedia : Wildan Arif Yuliansyah, S.Sos,M.PdI

DAFTAR GURU DAN KARYAWAN SD MUHAMMADIYAH 21

GURU AL-ISLAM GURU PELAJARAN UMUM
01. Mifthachul Chasana, S.ThI
02. M. Khoirul Anam, S.ThI
03. Iis Sa`diyah, S.PdI
04. Indah Susanti, S.PdI
05. Maliki
06. Heru Susanto, S.PdI
07. Tusi Indrasti, S.PdI
08. Silfiyah Dloni, S.PdI
09. Rizqi Alriyanti, S.PdI
10. Priyonugroho Teguh Prasetyo, S.PdI

GURU PELAJARAN UMUM
01. Priyo Sasongko, S.Pd
02. Zainal Arifin, S.Pd
03. Wildan Arif Yuliansyah, S.Sos,M.PdI
04. Hari Santoso, Amd
05. Lilik Masfufah, S.Pd
06. Hj. Dra. Titin Indriasti
07. Murniasih, S.Pd
08. Lina, S.Pd
09. Lucky Windasari
10. Sutaris Subandini
11. Pinah,S.Pd
12. Dra. Ariani

GURU BAHASA INGGRIS
01. Priyo Sasongko, S.Pd

GURU KOMPUTER (MULTI MEDIA)
01. Muhammad Abduh
02. Rusdi

DOKTER SEK
OLAH
dr. Herman Sujarwo




KARYAWAN
Djajadi
Lubil Izzah, S.E
Dwi Nur Lia
Mardji
Sri Mulyani
Saimun
Pariman


Foto guru dan karyawan

SD muhammadiyah 21













Wildan Arif Y




Prestasi Sekolah

Beberapa prestasi sekolah yang dapat disebutkan, antara lain:
01. Juara 1 peragaan Wudlu se-Kecamatan 2006
02. Juara 1 pawai Ta`aruf se-Kecamatan 2006
03. Juara 2 pawai Ta`aruf se-Surabaya 2006
03. Harapan 3 Gerak jalan se-Surabaya 2006
04. Harapan 3 Gerak jalan se-Surabaya 2006
05. Juara 1 Puisi kelompok se-Kecamatan 2007
06. Juara 1 Pidato bahasa arab se-Surabaya 2007
07. Juara 3 PIDACIL se-Kecamatan 2007
08. Juara 3 tembang dolanan se-Kecamatan 2007
09. Juara 3 tartil Al-qur`an se-Kecamatan 2007
10. Juara 3 tari se-Kecamatan 2007
11. Juara 1 Tapak suci se-Propvinsi Jatim 2007
12. Juara 1 IPSI se-Provinsi Jatim 2007
13. Juara 2 Pidato Bahasa Inggris se-Surabaya 2007
14. Juara 1 Cerita Islami se-Surabaya 2008
15. Juara 1 peragaan Sholat se-Surabaya 2008
16. Juara 2 Tapak Suci se-Provinsi Jawa Timur 2008
17. Juara 2 Olimpiade Sains-Math se-Kecamatan 2008

Kegiatan Sekolah

PENERIMAAN SISWA BARU (PSB)
SD MUHAMMADIYAH 21 SURABAYA
SENIN - SABTU Pukul 07.30 - 13.00
Gelombang 1 : Januari - Mared 2009 >> Test Pemetaan : 21 Maret 2009
Gelombang 2 : April - Mei 2009 >> Test Pemetaan : 23 Mei 2009
Contact Person : Ustdzah. Lilik (08179368723)
RANGKAIAN ACARA / KEGIATAN PSB SDM 21
1. 28 Desember 2008 hari minggu, pukul 06.30 - selesai : GEBYAR MUHARRAM 1430 H;
a. Lomba pawai / karnaval tingkat TK/SD se-kec. Semampir
b. Lomba Mewarna tingkat TK se-kec. Semampir
c. Lomba gambar tingkat TK/SD se-kec. Semampir
2. 17 Februari 2009 hari Selasa, pukul 08.00 - 09.00 : OPEN HOUSE SD MUHAMMADIYAH 21
3. 23 April 2009 hari kamis, pukul 08.00 - 09.00 : OPEN HOUSE SD MUHAMMADIYAH 21
4. 06 Juni 2009 hari sabtu, pukul 08.00 - 10.00 : PAMERAN KRENOSI :SD MUHAMMADIYAH 21





SYMFONI QOLBU

symfoni qolbu kelas VI dalam rangkah menghadapi UASBN (Sabtu, 2-3 Mei 2009), bertempat di Aula SD Muhammadiyah 21 Surabaya










Senin, 03 November 2008

Artikel

Mendidik Anak Secara Islam

Menurut perspektif Islam, pendidikan kanak-kanak ialah proses mendidik, mengasuh dan melatih rohani dan jasmani mereka berteraskan nilai-nilai baik yang bersumberkan Al-Quran, Hadis dan pendapat serta pengalaman para ulama. Ia bertujuan melahirkan ” Insan Rabbani” yang beriman, bertakwa dan beramal soleh.

Falsafah pendidikan sebenarnya menekankan aspek rohani dan jasmani, sesuai dengan kejadian manusia itu sendiri yaang terdiri daripada roh dan jasad. Ianya melibatkan beberapa peringkat, bermula dari dalam kandungan sehinggalah ia lahir dan menjadi dewasa.

Membentuk Dunia Kanak-kanak.

Sebelum anak-anak dilahirkan, ibubapa menyediakan tempat yang sesuai untuk membesarkan anak dengan sebaik-baiknya. Ini bermakna dunia kanak-kanak setelah dilahirkan ialah rumah ibubapa itu sendiri. Untuk mencapai kesempurnaan hidup kanak-kanak, ibu-bapa perlu membentuk suasana harmoni dan bercirikan keislaman dalam kehidupan rumahtangga terlebih dahulu.

Jika pasangan suami isteri menghayati nilai-nilai keislaman dalam kehidupan rumahtangganya, mudahlah ia mendidik anak-anaknya dengan benih-benih Islam. Sebaliknya, jika pasangan suami isteri gagal menerapkan nilai-nilai Islam dan mengekalkan kerukunan rumahtangga, sukarlah bagi mereka mentarbiyah anak-anak mengikut acuan dan budaya hidup Islam.

Atas itulah Rasulullah S.A.W mengingatkan bakal-bakal suami agar memilih bakal isteri yang mempunyai kesungguhan dan penghayataan agama, bukan kerana paras rupa, keturunan atau harta semata-mata. Sabda Rasulullah yang bermaksud:

“wanita dikahwini kerana empat perkara, iaitu kerana hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah yang beragama kerana ia menguntungkan kamu(lebih utama)”

Ketika Anak Dalam Kandungan

Proses pendidikan mula berlaku ketika bayi masih berada dalam kandungan ibunya. Pendidikan pada peringkat ini lebih bercorak kerohanian, iaitu:

  1. Bagi ibu-ibu yang mengandung digalakkan supaya memper-banyakkan bacaan Al-Quran terutama surah Yusuf, Mariam, Luqman dan At-Taubah.
  2. Ibu hendaklah sentiasa berdoa kepada Allah S.W.T agar anak yang bakal dilahirkan itu nanti menjadi seorang anak yang soleh, berilmu, beriman, bertakwa dan berakhlak mulia.
  3. Ibu bapa hendaklah mendapat rezeki daripada sumber yang halal supaya benih yang bakal dilahirkan itu nanti datang daripada darah daging yang halal.
  4. Ibu hendaklah makan makanan yang berzat dan sentiasa menjaga kesihatan tubuh badannya. Kebersihan diri hendaklah diutamakan bagi menjamin kesihatan anak-anak dalam kandungan. Faktor kesihatan amat dititik beratkan oleh Islam sehingga Islam memberikan kelonggaran kepada ibu yang mengandung untuk berbuka puasa sekiranya merasakan puasa itu menjejaskan kesihatan diri dan anaknya.
  5. Ketika mengandung, ibu perlulah menyesuaikan diri dengan perubahan perubahan yang berlaku kepada dirinya. Pada waktu begini sememangnya keadaan ibu agak berbeza dari waktu - waktu biasa, terutamanya bagi ibu yang bakal melahirkan anak yang pertama. Mungkin selera makannya hilang, perasaan agak terganggu(sensitif) dan hatinya boleh berdebar-debar kerana bayi dalam kandungannya itu adalah sebahagian daripada dirinya. Ketika ini para suami hendaklah lebih memahami keadaan isteri serta memberi dorongan yang kuat kepadanya

Setelah Anak Dilahirkan

Setelah anak dilahirkan, hendaklah segera diazankan telinga kanannya dan diiqamatkan telinga kirinya.

Abu Rafi meriwayatkan sebuah hadis yang bermaksud:

” Aku melihat sendiri Rasulullah S.A.W mengazankan Hasan B. Ali pada telinganya ketika ia baru dilahirkan oleh Fatimah r.a” (Riwayat Abu Daud dan Termizi)

Sebagai suapan yang pertama, sunat bayi disuapkan dengan manisan seperti madu dan kurma. Abu Musa Al Asyari r.a. dalam sebuah riwayat mengatakan:

“Isteriku melahirkan seorang anak. Bayi itu ku bawa kepada Rasulullah S.A.W.. Baginda menamakannya Ibrahim, kemudiannya disuap dengan buah kurma(yang telah dilumatkan) setelah itu baginda mendoakan keberkatan baginya lalu bayi itu diserahkan kembali kepadaku”. (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Pada hari ketujuh kelahirannya, ibu bapa disunatkan bersedekah dengan melakukan ibadah aqiqah untuk anaknya. Seekor kambing bagi anak perempuan dan dua ekor kambing bagi anak lelaki. Rambutnya pula sunat dicukur keseluruhannya supaya kepalanya bersih, otaknya cergas dan rambut barunya tumbuh dengan subur dan sihat.

Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud:

“Setiap anak yang baru dilahirkan bergantung kepada aqiqahnya. Hendaklah diaqiqahkan dengan menyembelih kambing pada hari ke tujuh, diberi nama pada hari itu dan dicukur kepalanya”. ( Riwayat Abu Daud, Termizi dan Nasa)

Bagi ibu yang menyusukan anak, ia perlu makan makanan yang halal, bersih, dan berzat. Ketika menyusukan anak, hatinya hendaklah selalu mendoakan kejayaan anaknya. Ketika hendak tidur, dodoikan (lagukan) dengan kalimah memuji Allah dan Rasulnya seperti nasyid dan sebagainya.

Apabila anak sudah mulai pandai bercakap, hendaklah membiasakannya dengan percakapan yang baik-baik seperti selawat, zikir dan lain-lain perkataan yang seumpamanya.

Umur antara 5 hingga 7 tahun.

Pada peringkat umur antara 5-7 tahun, memerlukan teknik pendidikan yang lebih luas dan menyeluruh. Pengisian antara keperluan rohani dan jasmani perlu didedahkan serentak dan diseimbangkan. Teknik pembelajaran dan pengajaran perlu menggunakan kaedah yang sesuai kerana kanak-kanak biasanya akan belajar(mengikut) berdasarkan pemerhatian iaitu apa yang dilakukan oleh individu disekelilingnya terutama ahli keluarganya.

Menurut pandangan Islam, pada peringkat ini anak-anak wajar didedahkan dengan latihan menulis, membaca, mengira dan berbahasa. Pendidikan yang wajar didedahkan pada peringkat ini ialah bab ibadah dan akhlak. Misalnya kanak-kanak yang baru meningkat umur mumayyiz hendaklah dilatih mendirikan sembahyang. Seterusnya adab-adab yang mulia hendaklah mula diterapkan dalam bentuk latihan amali seperti:

  1. Mendidik anak supaya taat dan beradab kepada kedua ibubapanya; timbulkan kesedaran kepada mereka bahawa pengorbanan ibubapa terhadapnya adalah amat besar dan mereka perlu bersyukur kerana menjadi anak yang masih mempunyai kedua ibubapa. Ini dapat mengeratkan hubungan mesra, rasa kasih sayang antara ahli keluarga.
  2. Mengajar anak supaya taat dan beradab kepada guru dan orang yang lebih tua daripadanya; guru merupakan orang yang bertanggungjawab mendidik dan menyampaikan ilmu manakala orang yang lebih tua adalah orang yang lebih berpengalaman dan berpengetahuan daripadanya.
  3. Mengajar anak bercakap atau bergaul dengan baik; anak-anak hendaklah dilatih bercakap benar, sopan santun dan mengucapkan perkataan yaang baik-baik. Kanak-kanak biasanya begitu sensitif dengan pendengarannya, ia mudah terikut-ikut dengan apa yang didengarnya. Sebab itu jika ibubapa mahu menegur atau memarahi mereka, hendaklah menggunakan bahasa yang paling sopan bukannya dengan bahasa yang kesat, kasar dan keras.
  4. Mengajar anak-anak adab bergaul dengan rakan-rakan; anak-anak harus dinasihatkan agar tidak berbangga atau meninggi diri di hadapan rakan sebayanya, jangan sekali-kali menyakiti atau mengambil hak orang lain .
  5. Mengajar anak adab makan minum yang baik; sifat atau sikap yang tidak sopan seperti gelojoh ketika makan hendaklah ditegah, sebaliknya anak-anak dilatih dulu dengan adab-adab makan seperti mencuci tangan, duduk dengan sopan serta berdoa sebelum dan sesudah makan.
  6. Mengajar anak adab berpakaian; pakaian yang dipilih hendaklah menutup aurat dan bukan untuk menunjuk-nunjuk kepada orang lain.
  7. Mengajar adab dan bangun daripada tidur; sebaiknya hendaklah mengadap qiblat, membersihkan diri sebelum dan selepas bangun daripada tidur.
  8. Mengajar anak adab masuk dan keluar tandas, anak-anak perlu diajar cara membuang air kecil/besar dan cara masuk ke dalam tandas seperti membaca doa, menutup kepala,membelakangkan qiblat dan sebagainya.

Anak-anak merupakan amanah Allah yang perlu dididik dengan sebaiknya sejak ia kecil lagi supaya apabila besar kelak menjadi anak yang soleh dan sentiasa taat kepada kedua ibubapanya. Mereka ibarat kain putih dan ibubapa lah yang berperanan mencorak dan melukiskannya dengan warna-warna menarik yang menjadi amalan dan cara hidup Islam.(wld)